Puisi Renungan Senja | Faisal Muchtar Al Khaufi

Bookmark and Share
Renungan Senja
Faisal Muchtar Al Khaufi

datang dari sebuah bunyi
menuruni tangga – tangga mimpi
lalu datang kata – kata sadar
dari imaji raut wajah kota yang bingung

karang pawitan, tiang bendera yang miring
memaksa merah putih berkibar malu - malu
singaperbangsa, stadion geledeg yang mubajir
setiap pagi orang – orang berdatangan mencari kesegaran
dari udara bercampur busuk di tengah kota yang kikuk

mall besar dibangun bersama kepura - puraan
yang merubah peradaban seraya tuli akan jeritan warung kopi
ayo sarapan pagi di alun – alun bersama orang gila
yang selalu senyum setiap hari, aspal dingin yang retak
simpang siur jalur angkutan umum juga banjir yang setia
di musim hujan membuat benih - benih gelisah

muda mudi mencintai petualangan sementara
pengendara motor tak lagi bertelinga
seniman tradisional hanyalah kenangan
dalam kota yang lupa goyang
oh karawang


Karawang 2007

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar