Transfer Terbaik Dan Terburuk 2012

Bookmark and Share
Sepekan setelah bursa transfer musim panas resmi di tutup, perpindahan pemain dari satu klub ke klub lainnya pun berhenti sudah. Ada sebagian klub yang puas dengan hasil di lantai transfer karena mendapatkan para pemain incarannya, tapi tidak sedikit klub yang menutup bursa transfer dengan kekecewaan karena tidak mampu mendapatkan pemain sesuai dengan kebutuhan tim. Salah satu klub tersebut adalah Liverpool yang tidak mampu mendatangkan penyerang pengganti setelah melepas Andy Carrol ke West Ham United.
Berbicara mengenai transfer tentu menarik untuk di tunggu bagaimana aksi para pemain baru di klub terkini mereka. Apakah akan meraih kesuksesan atau justru menjadi penyakitan di klub barunya tersebut. Khusus mengenai kondisi ini, Stadion Sepak Bola secara khusus membahasnya untuk Anda. Adapun transfer yang di bahas pada kesempatan kali ini adalah transfer yang terjadi di tiga liga elit di benua bire, yakni La Liga, EPL, dan Liga Italia. Berikut adalah prediksi mengenai transfer terbaik dan terburuk tersebut.
 
http://static-1.sundul.com/wp-content/uploads/2012/03/Football-Transfer.jpg

LA LIGA - Spanyol-
Calon terbaik :
Luka Modric (Real Madrid)
Eks gelandang Tottenham Hotspurs ini kan memberi warna tersendiri bagi Los Blancos. Syaratnya hanya satu, sang pelatih Jose Mourinho memberinya banyak kesempatan bermain.
Jordi Alba (Barcelona)
Di era kepelatihan sebelumnya di tangan Pep Guardiola, Barcelona kurang memiliki kecepatan di sisi kiri untuk mengimbangi Dani Alves di sisi kanan. Jordi Alba akan menutupi nilai minus tersebut.
Diego Lopez (Sevilla)
Sevilla seperti mendapatkan durian runtuh ketika memboyong Diego Lopez, yang memilih hengkang dari klubnya Villarreal yang mengalami degradasi. Sang kiper setidaknya melakukan 120  penyelamatan setiap musimnya selama tiga musim terakhir.
Wakaso Mubarak (Espanyol)
Pelatih Espanyol, Mauricio Pochettino, memiliki insting yang bagus mengenai bakat terpendam yang di miliki oleh pemain muda. Ketika ia menginginkan Wakaso Mubarak, tentu terdapat hal yang spesial di dalam diri sang gelandang berusia 22 tahun yang berasal dari Ghana ini.
Calon terburuk :
Nelson Valdez (Valencia)
Meski hanya pindah dengan status pinjaman ke Valencia, Nelson Valdez akan menjadi sebuah kesia-siaan bagi Valencia. Eks penyerang Hercules ini di perkirakan akan kesulitan mengambil tempat sebagai penyerang utama dari tangan Roberto Soldado.
Joan Capdevila (Espanyol)
Di usia 34 tahun, Joan Capdevila jelas bukan seorang bek kiri seperti yang terlihat ketika masig mengawal sisi kiri pertahanan Spanyol di Piala Dunia 2010 yang lalu. Musim lalu saja ia melempem bersama Benfica di kompetisi liga Portugal.
Glen Loovens (Zaragoza)
Performa Glen Loovens sudah jauh menurun di bandingkan dengan tiga tahun silam ketika dia masih di panggil ke tim nasional Belanda. Perjudian besar di lakukan oleh Real Zaragoza dengan membelinya dari Glasgow Celtic.
Youssef El Arabi (Granada)
Membeli pemain seharga 4,5 juta euro jelas bukan angka yang kecil bagi tim sekelas Granada. Sungguh sayang biaya sebesar itu harus di keluarkan untuk mendatangkan pemain seperti Youssef el Arabi. Eks pemain Al Hilal yang justru tampil buruk di laga debutnya kontra Sevilla.
SERIE A -Italia-
Calon Terbaik :
Riccardo Montolivo (AC Milan)
Pemain gratisan yang habis ikatan kerjanya dengan klub terdahulu, Fiorentina, di perkirakan akan mengikuti jejak sukses transfer minimalis AC Milan di musim lalu ketika mendatangkan Antonio Nocerino. Datang tanpa harga namun berpeluang memiliki peran penting di sektor tengah permainan skuad asuhan Massimiliano Allegri.
Antonio Cassano (Inter Milan)
Inter Milan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk mendatangkan sang pemain ini, bahkan mereka mendapatkan 7 juta euro saat merekrutnya dari rival sekota, AC Milan. Bermain di klub idolanya dan dalam sistem permainan yang tepat, Cassano siap untuk meledak.
Alberto Aquilani (Fiorentina)
Usai sudah kisah mengembara Aquilani selama tiga tahun terakhir ketika harus berpindah-pindah klub setiap tahunnya setelah Fiorentina  mengontraknya selama tiga tahun dari tim asal Inggris, Liverpool. Dia boleh jadi akan membayar kepercayaan atas transfer senilai 2 juta euro yang di keluarkan oleh Fiorentina.
Calon Terburuk :
Mauricio Isla (Juventus)
Memiliki komposisi lini tengah terbaik di Italia, sungguh di sayangkan jika Juventus mengeluarkan dana hingga 9,4 juta euro untuk mendatangkan Mauricio Isla dari Udinese. Meski sang pemain memegang peran kunci di klub sebelumnya, namun di prediksi sangat sulit untuk merebut satu tempat di lini tengah dari tangan trio Andrea Pirlo - Claudio Marchisio - Arturo Vidal.
Ante Vukusic (Pascera)
Pascera memecahkan rekor transfernya ketiak mendatangkan penyerang yang masih berusia 21 tahun. Biaya sebesar 3,8 juta euro untuk Ante Vukusic terlihat semakin tidak pantas ketika melihat partai debutnya di pekan kedua liga Serie A. Bermain selama 45 menit, Vukusic hanya membuat satu shoot on target dan akurasi passing hanya 60%.
Paulo Dybala (Palermo)
Masih berusia muda, 18 tahun, namun memegang beban sebagai salah satu tranfer termahal di Serie A. Itulah beban yang di sandang oleh Paulo Dybala ketika di datangkan oleh Palermo dengan mahar 11,9 juta euro. Di lihat dari segi umur, sang pemain lebih tepat di jadikan investasi jangka panjang, di bandingkan untuk langsung menjadi bintang di musim pertamanya.
ENGLISH PREMIER LEAGUE -Inggris-
Calon terbaik :
Hugo Lloris (Tottenham)
Langsung menjadi kiper reguler yang sukses. Tidak perlu menunggu waktu lama bagi kapten tim nasional Prancis ini, pemain berusia 25 tahun ini akan berada di bawah mistar Spurs karena saingan lainnya sudah uzur. Kualitas teknik dan kepemimpinan Lloris tidak perlu di pertanyakan lagi.
Gazton Ramirez (Southampton)
Suton jadi baru lonjatannya menuju klub elit. Dengan kapasitasnya sebagai pemain saya serba guna di Bologna dan tim nasional Uruguay, Suton sungguh beruntung bisa mendapatkan Gazton Ramirez. Skema melebar yang biasa di terapkan oleh Suton sangat pas bagi winger cepat sekelas dirinya.
Calon terburuk :
Dimitar Berbatov (Fulham)
Tidak punya peluang bangkit di Fulham. Jangankan Berba yang telah berusia 31 tahun, Pavel Pogrebnyak saja yang berusia lebih mudah sulit untuk masuk skema permainan Martin Jol meski striker asal Rusia tersebut lumayan produktif. Meski Jol dahulu bisa memaksimalkan Berba di Spurs, sekarang situasinya berbeda.
Javi Garcia (Manchester City)
Sulit beradaptasi di lini tengah Manchester City. Hanya Yaya Toure pemain jangkar yang produktif. Figur Jack Rodwell murni sebagai penyeimbang tim. Javi Garcia yang berusia lebih muda dari Yaya Toure meski memiliki tipe permainan yang sama, tapi Garcia tidak ditunjang fisik yang cukup kokoh. Ia pun cenderung lamban dalam membagi bola.
 
 

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar